Cara Mudah Budidaya Mujaer Nila

Usaha pembibitan ikan mujaer nila saat ini merupakan salah satu usaha yang diminati oleh banyak orang di Indonesia. Ikan nila diminati karena ikan ini dapat melakukan pemijahan yang relatif sering. Jenis ikan ini dapat melakukan pemijahan setiap bulan. Jika kita mau menekuni dan mengetahui bagaimana cara melakukan pembibitan dengan baik dan menghasilkan benih yang unggul dan berkualitas, maka ikan nila akan bernilai tinggi. Pada kesempatan ini, akan diulas bagaimana cara mempersiapkan dan memulai pembenihan ikan Mujaer Nila.

gomancing Mujaer nila

  1. Tempat Pembenihan Ikan Mujaer Nila

Terdapat empat tipe kolam yang harus dipersiapkan dalam memelihara ikan mujaer nila.

  • Kolam untuk memelihara indukan, dibutuhkan dua kolam untuk memelihara indukan. Dalam hal ini induk betina harus dipisahkan dengan induk jantan. Kolam tidak harus luas, yang penting bisa digunakan untuk indukan yang berukuran 100-140 cm.
  • Kolam pemijahan, kolam pemijahan biasanya harus berdasarkan tanah dan dilengkapi kemalir atau kubangan – kubangan. Kolam ini akan berfungsi pada saat proses pemejahan.
  • Kolam pemeliharaan larva, jenis kolam ini bisa dibuat dari semen, tanah, atau hipa. Hipa merupakan kelambu halus yang biasanya dibuat dengan cara diapungkan di atas permukaan kolam. Kolam ini akan bermanfaat untuk ikan ikan kecil yang baru menetas.
  • Kolam Pendederan Benih

Kolam ini dapat digunaka sebagai tempat pembesaran benih ikan hingga berukuran 10 hingga 12 cm.

  1. Pemilihan indukan nila yang baik

Dalam pemilihan indukan nila harus berhati hati. Banyak indukan yang beredar dipasaran memiliki kualitas yang tidak baik. Memilih calon indukan biasanya bisa menggunakan galur murni yang secara genetatis memiliki sifat yang unggul. Berikut ini adalah cara memilih calon indukan nila yang baik.

  • Usahakan berasal dari keturunan yang berbeda dan merupakan galur murni.
  • Memiliki sisik yang besar dan susunanya rapi.
  • Tidak cacat atau abnormal
  • Mempumyai warna yang mengkilat
  • Memiki badan tebal dan kepalanya lebih kecil dari tubuhnya.
  • Mempunyai gerakan yang agresif terhadap pemberian makan.

ikan mujaer

Masa produktifitas ikan nila biasanya berkisar 1,5 hingga 2 tahun. Setelah itu, ikan nila akan digantikan dengan ikan nila yang baru.

  1. Pemeliharaan indukan

            Pemeliharaan indukan dapat dilakukan drngan cara memisah induk jantan dan betina kedalam suatu tempat yang berbeda. Saluran air dapat dibuat seri untuk mencegah terjadinya pembuahan liar. Untuk biasanya, pemberian pakan bisa dilakukan dengan intensitas 35% . pemberian protein yang tinggi dapat mepercepat pertumbuhan gonad.

  1. Pemijahan Ikan Nila

            Hal yang pertama kali dilakukan adalah pengolahan dasar kolam. Penebaran dilakukan secara masal antara jantan dan betina dengan perbandingan jantan 1 ekor dan betina 3 ekor 1:3. Proses ini akan berjalan pada hari ke 7 saat induka ditebar. Proses ini terjadi di dasar kolam. Setelah induk betina dibuahi oleh induk jantan, maka induk betina akan bertelur dan telur akan dierami oleh induk betina didalam mulutnya.Setelah itu induk betina akan berpuasa dan alangkah baiknya jika pemberian makan dikurangi hingga setengahnya. Kemudian larva akan menetas dan berenang kepinggir kolam. Kita bisa mengambilnya dengan menggunakan saringan.

  1. Pendederan Larva

            Pendederan dapat dilakukan ketika larva berukuran 2 hingga 3 cm. Pindahkan larva kedalam kolam yang lebih besar. Biasanya terdapat intensitas kepadatan 30 hingga 50 ekor/m2. Proses ini akan menghabiskan waktu selama 4 hingga 5 minggu dan setelah berukuran 10 hingga 12 cm. Pemberian pakan juga dapat dilakukan selama 3x sehari.

Sangat mudah bukan caranya? Anda dapat mempraktekanya bukan? Selamat mencoba !

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *