Teknik Pembibitan Udang Windu

udang windu

Salah satu jenis udang yang dapat menghasilkan nilai rupiah yang tinggi adalah pembibitan atau pembudidayaan udang windu.  Oleh karena itu, di Indonesia banyak sekali yang tertarik untuk menekuni bisnis udang windu ini. Jika anda berminat untuk menekuni jenis udang ini sehingga menghasilkan nilai yang ekonomis dipasaran, anda harus memperhatikan cara cara dalam melakukan pembibitan udang windu. Berikut adalah cara melakukan pembibitan udang windu :

  1. Pemilihan Induk Udang Windu

Langkah yang pertama adalah kita harus bisa memilih induk udang windu yang berkualitas. Dalam memilih induk udang windu betina, beratnya harus mencapai 100g ram dan memiliki kandungan telur yang sangat bagus. Sedangkan untuk pemilihan udang windu jantan, pilihlah udang dengan berat  diatas 80 gram, perhatikan juga pada kaki udang jantan tidak boleh kebesaran dan udang jantan juga tidak boleh terlalu agresif. Selain itu, pemilihan induk jantan dan betina juga tidak boleh ada yang cacat atau pun dipenuhi oleh banyak bakteri. Hal ini akan sangat berpengaruh buruk pada proses perkawinan.

  1. Proses Perawatan Induk

Sediakanlah secara khusus kolam untuk perawatan induk udang windu. Hal ini dapat bertujuan dalam persiapan induk dalam pematangan telur-telurnya. Selain itu, pematangan induk juga dapat dilakukan dengan memberi makanan yang kaya akan kolestrol tinggi, misalnya : cacahan kepiting, ikan kecil, kerang, udang kecil dan lain-lain.

  1. Proses Pemijahan Udang Windu

Siapkan kolam pemijah terlebih dahulu untuk memindahkan indukan yang sudah matang. Biasanya indukan yang sudah matang berusia sekitar 1,5 tahun. Setelah indukan sudah matang kelamin, maka indukan harus langsung dipindahkan kedalam kolam yang sudah dipersiapkan sesuai dengan habitatnya.  Biasanya kondisi yang sesuai dengan habitatnya adalah dimana kondisi air harus jernih dan tenang.

udang windu1

Proses perkawinan ini akan terjadi pada saat induk jantan memasukan alat kelaminnya dan menyemprotkanya ke alat kelamin betina. Setelah hal itu dilakukan, maka induk betina akan mengeluarkan telur dan biasanya telur akan melayang di air kolam. Perkawinan ini biasa terjadi pada malam hari. Perkawinan pada malam bulan purnama akan sangat efektif karena akan terjadi perkawinan masal pada malam tersebut.

  1. Proses Penetasan Telur Udang Windu

Setelah pemijahan terjadi, kita harus memindahkan telur telur hasil pemejahan ke dalam bak penetasan. Selain itu, kita juga harus memindahkan induk induk nya kedalam kolam induk kembali. Setelah itu, akan terjadi penetasan telur menjadi larva dan akan terjadi empat fase perkembangan selama kita terus insentif dalam merawat hingga menjadi bibit unggul udang windu.

Tahapa 1, yaitu nauplius : pergantian kulit selama enam kali dan membutuhkan waktu  50 jam. Setelah itu pindahkan kedalam kolam pemeliharaan larva dengan populasi 60 larva/liter. Setelah itu larva akan menjadi zoa selama 100 jam, selanjutnya, akan menjadi mysis yang juga membutuhkan waktu selama 100 jam, dan pada tahapan terakhir akan menjadi post larva.

  1. Pakan Untuk Larva Udang Windu

Ada beberapa jenis pakan yang dapat diberikan oleh udang windu, yaitu pakan alami dan pakan buatan. Misalnya adalah skeletonema costatum dan artemia sp.  Hal ini harus diperhatikan karena selama menjadi larva, udang windu sangat mebutuhkan banyak cadangan makanan untuk membentu kelangsungan hidupnya. Setelah membesar, bibit udang akan membesar dan hasilnya akan bisa dipanen dengan melakukan penyortiran agar dapat mengasilkan bibit – bibit yang unggul dan berkualitas.

Selamat mencoba tip-tips diatas. Jangan mudah menyerah jika hasil usaha pertama anda kurang memuaskan. Karena didalam bisnis, tidak ada kata menyerah. Lakukan dengan sungguh sungguh dan hasilnya pasti akan memuaskan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *