Spot Mancing Besuki, Spot Terkenal Jawa Timur

Sejarah Kabupaten Besuki Jawa Timur

Halo Kawan GoMancing.com, saat ini kita akan membahas spot Mancing Besuki di Jawa Timur yang konon sudah sangat terkenal dikalangan para pemancing. Namun sebelum kita mengulas tentang spot mancing Besuki ada baiknya kita mengulas sejarah tentang kota Besuki. Besuki merupakan nama sebuah kecamatan yang ada di kabupaten Situbondo, Jawa Timur. letaknya sekitar 35Km disebelah barat kabupaten Situbondo. Kota kecil ini memiliki letak yang sangat strategis karena berada di perlintasan utama kota besar di Jawa, seperti Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya menuju Bali lewat jalur darat, atau lebih dikenal dengan jalur Pantura (Pantai Utara).

Peta Letak Spot Mancing Besuki
Peta Letak Kabupaten Besuki, yang batas Utaranya adalah Selat Madura

Masyarakat Besuki dan Bondowoso memiliki budaya dan dialek yg sama dengan masyarakat di Pamekasan, Madura, sedangkan masyarakat di wilayah Panarukan, Kabupaten Situbondo ke timur memiliki kesamaan budaya dg Sumenep. Kesamaan budaya itu, menurut tokoh masyarakat Besuki, karena kedekatan Ke Pate Alos, demang pertama di Besuki dengan pembabat Alas di Bondowoso, yakni Ki Bagus Asra atau dikenal Ki Ronggo.

Disini kita akan mengulas  daerah Besuki sejenak, pada perkembangan pemerintahan di Besuki yang dipegang oleh Raden Sahirudin Wiroastro alias Wirodipuro II tersingkirkan setelah Belanda menerapkan politik adu domba. Saat itu Belanda mendirikan pemerintahan di Panarukan yang pimpinannya masih ada hubungan keluarga dengan Raden Sahirudin. Akhirnya keluarga dan keturunan Sahirudin Wiroastro lari ke Bondowoso. Keluarga itu, mendapatkan tempat terhormat dari keluarga Ki Bagus Asra (Ki Ronggo) yang juga berasal dari Madura. Ki Ronggo memiliki ikatan yang kuat dengan Ke Pate Alos karena pernah berguru kepadanya. Bahkan ketika Ki Ronggo membabat alas di Bondowoso juga atas perintah Ke Pate Alos. Ketika di Bondowoso dibentuk pemerintah, maka bupati pertamanya adalah Raden Abdurahman Wirodipuro yang merupakan cicit dari Ke Pate Alos. Hal itu dilakukan sebagai bentuk balas budi dan penghormatan Ki Ronggo kepada gurunya, Ke Pate Alos.

Raden Abdurahman Wirodipuro itu dilantik menjadi  Bupati Bondowoso th 1850 M berdasarkan besluit Nomor 3 tertanggal 17 Oktober 1850 yang dikeluarkan Belanda. Beliau memerintah hingga tahun 1879 dan kemudian digantikan oleh menantunya, Raden Aryo Tumenggung Wondokusumo.
Tidak hanya ikatan antar keturunan guru dengan muridnya, pada perkembangan berikutnya, tidak sedikit masyarakat Besuki yang lebih memilih Bondowoso untuk memenuhi kebutuhannya, termasuk ketika keluarganya sakit. Mereka banyak yang memilih berobat ke Bondowoso, meskipun jarak Besuki ke Kota Situbondo dengan jarak Besuki ke Kota Bondowoso sama2 sekitar 35 Km

Kota Besuki, memiliki letak yang sangat strategis karena berada di perlintasan utama kota besar di Jawa, seperti Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya menuju Bali lewat jalur darat. Kota kecamatan yang kini menjadi bagian dari Kebupaten Situbondo, Jawa Timur itu sebetulnya memiliki sejarah panjang sebagai  salah satu kota penting di Nusantara ini.

Namun, nasib kota itu seperti mengulang kisah masa lalu yang pernah digadaikan oleh Belanda kepada seorang saudagar keturunan Tiong Hoa di Surabaya. Kota itu kini seolah tetap tergadaikan meskipun masyarakatnya sebetulnya tidak menginginkan hal itu. Misalnya, Besuki hanya dijadikan nama untuk polisi wilayah (Polwil) yg markasnya ada di Kabupaten Bondowoso atau badan koordinator wilayah (Bakorwil) di bawah Pemprov Jatim.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pariwisata Kabupaten Situbondo, Agus Cahyono mengakui bahwa dari sisi sejarah, Besuki merupakan aset nasional. “Besuki itu dulunya kota yg cukup besar, namun kemudian statusnya ‘melorot’ (turun) terus hingga kini menjadi kecamatan. Karena itu, sampai sekarang di kepolisian masih menggunakan nama Polwil Besuki, meskipun markasnya di Bondowoso,” ujarnya.

Spot Mancing Besuki Jawa Timur Alun Alun Besuki
Alun-Alun Kabupaten Besuki

Sejarah Kota Besuki bermula dari diangkatnya Raden Bagus (RB) Kasim Wirodipuro sebagai demang pertama di Besuki. Kasim kemudian dikenal dengan nama Ki Pati Alos dan masyarakat Besuki menyebut Ke Pate Alos. RB Kasim dilantik menjadi Demang Besuki oleh Tumenggung Joyo Lelono yang berkedudukan di wilayah Kabupaten Probolinggo skrg. Beliau dilantik pada Sabtu manis, 8 September 1764 M, atau 12 Robiul Awal 1184 H. Pada Saat itu lah Nama Besuki di sebut sebut.

Tumenggung Joyo Lelono pernah berpesan, dengan nama Besuki, maka siapa yang berniat jelek terhadap Ke Pate Alos, maka perbuatan itu akan kembali ke dirinya sendiri. Mengenai arti Besuki itu sendiri, saya belum mendapat kejelasan. Mungkin saja itu dari Bahasa Jerman ”Besuch” karena menurut informasi, tentara Belanda zaman dulu juga banyak yang berasal dari Jerman. Mungkin Besuki itu dulu tempat untuk membesuk, meskipun belum jelas maksudnya membesuk apa?

Pada perkembangan berikutnya, menurut dia, Besuki digadaikan oleh Belanda kepada seorang saudagar Cina muslim di Surabaya bernama, Han Boei Sing, sekitar tahun 1770. Diduga Belanda menggadaikan wilayah Besuki karena membutuhkan uang dalam jumlah banyak. Namun belum ditemukan fakta berapa nilai uang yang diterima Belanda saat itu. Karena Besuki berada di bawah kekuasaan Han Boei Sing, maka ia mengangkat seorang wali dengan pangkat Ronggo di Besuki dan berlanjut hingga sekitar enam Ronggo. Ronggo itu adalah pangkat.

Menurut dia, pada saat Ronggo di Besuki dijabat oleh Suro Adiwijoyo yang juga Cina muslim, pada sekitar tahun 1805, didirikan bangunan bersejarah di Besuki, seperti gedung keresidenan dan kewedanan serta masjid jamik,” katanya. Besuki kemudian ditebus oleh Gubernur Jenderal Raffles pada tahun 1813 senilai 618.720 Gulden. Data itu ia dapatkan dari catatan yang ditulis J. Hageman, J. Cz. dengan titel Soerabaia, Februari 1864. Sekitar 13 tahun sebelum tebusan itu dilakukan, Ke Pate Alos meninggal. Pemerintah selanjutnya diteruskan oleh anak keturunannya.

Spot Mancing Besuki  Jawa Timur, Spot Mancing yang sudah terkenal se Jawa Timur

Daerah Besuki  Jawa Timur ini bagi para pemancing di Surabaya tidak asing, jarak tempuh dari Surabaya – Besuki kurang lebihnya 158 km, atau 4 jam 30 menit kurang lebihnya perjalananya dari Surabaya  – Besuki.  Spot mancing di Besuki sangat lah banyak mulai dari spot Rumpon hingga kapal karam nya, disini spot mancing Besuki  ini sangat lah indah pemandangan nya apalagi saat mancing malam hari terlihat lampu PLTU paitonnya .

Spot Mancing Besuki Jawa Timur Paiton

Target ikan di spot mancing Besuki ini lumayan banyak mulai dari ikan Gt, Lemadang, Talang – Talang Kakap Merah dll. Untuk kedalaman di laut Besuki ini kurang lebihnya 80 meter, cara teknik mancing nya pun bisa menggunakan teknik jigging, casting hingga teknik dasaran itupun tergantung spot mancingnya, yang umum mancing di sini banyak menggunakan teknik dasaran di Besuki, untuk mancing dasaran biasanya memakai umpan Udang Fanami di sini. Saat malam hari lebih enak  mancing Cumi – Cumi dan Kakap Merah di spot Besuki ini karna ukuran ikan  di sini sangat besar size nya.

Di Besuki ini sering  juga di adakan acara lomba mancing di lautnya terutama dari komunitas mancing dari surabaya seperti dari Indonesian Fishing Independent  yang pada saat itu tahun 2015 tepatnya bulan september . Nelayan di sini pun juga sangat ramah – ramah apalagi kalau mancing di Besuki ini biaya sewa perahu yang sangat murah mulai 350 ribuan, di sini kami anjurkan bisa memakai perahu Bapak Saleh nomor hp  : 085236974431, perahunya pun bisa milih ada yang besar dan kecil, untuk umpan Udang Fanami bisa juga pesan lewat Bapak Saleh.

Spot Mancing Besuki Jawa Timur Kapal

Beberapa foto – foto dan video kawan – kawan gomancing.com mancing di spot mancing Besuki Jawa Timur.

Kawan GoMancing Spot Mancing Besuki Jawa Timur

Deep Blue Sea Spot Mancing Besuki Jawa Timur

Strike Spot Mancing Besuki Jawa Timur

Kawan Strike Spot Mancing Besuki Jawa Timur
Kiddy saat strike di Besuki
Strike Spot Mancing Besuki Jawa Timur 2
Eko shinobi saat mendapatkan ikan di Besuki

Ujeck Strike Spot Mancing Besuki Jawa Timur

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *