Teknik Mancing Dasaran (BOTTOM FISHING)

Teknik Mancing Dasaran atau Bottom Fishing adalah teknik memancing yang sangat sederhana dengan alat-alat dasar memancing, biasanya hanya ada kail (mata pancing), pemberat atau timah dan pelampung. Teknik mancing dasaran ini biasanya mudah di lakukan oleh anak – anak hingga orang dewasa, bahkan bagi yang belum pernah mancing sekalipun.

Teknik Mancing Dasaran Harus Dikuasai Semua Pemancing

Kita coba mulai mengenal teknik dasar mancing ini. Yang pertama dan paling penting adalah alat-alat dasar mancing itu sendiri, seperti mata pancing dan pemberat (timah). Mengenai pemberat atau timah ukurannya bisa  bermacam – macam, dan rangkaian mata kail yang pakai pemberat pun bervariasi itupun sesuai lokasi dan arus air waktu memancing.

Untuk lokasi mancing dasaran ini bisa di laut, kolam, tambak, waduk, muara ataupun di kali. Jenis ikan sasarannya pun bermacam – macam, kalau di kolam biasanya sejenis ikan mujair nila, ikan tombro (ikan mas), ikan patin, ikan lele, ikan bawal, sedangkan di tambak ada ikan mujaer cepret, ikan bandeng, dll. Lain pula jika mancing dasaran dilaut sasarannya adalah ikan kakap merah, kerapu, giant traveli, ikan putian, dll.

Jika anda ingin sukses mancing dasaran ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Salah satu contoh adalah saat mancing di laut, paling tidak anda harus mengetahui teknik dasar dari bottom fishing. Teknik dasaran ini biasanya selalu menjadi pegangan oleh para angler professional hingga saat ini. Beliau-beliau yang sudah menjadi professional angler tentu awalnya adalah belajar dari dasar juga.

Yang perlu diingat juga meski sudah memiliki pengetahuan Teknik mancing dasaran, bukan langsung ada jaminan ngomset ikan hehehe…. Mengapa? Karena mancing di laut kadang butuh keberuntungan, dimana hoki bisa membawa kita ke tempat yang banyak ikannya atau bisa juga boncos (pulang tidak membawa ikan).

Dan perlu diperhatikan pula banyak hal seperti kuat lemahnya arus, angin, dan cuaca, dengan demikian keberhasilan harus dipengaruhi banyak hal, tetapi meskipun begitu paling tidak bila anda harus menguasai Teknik mancing dasaran yang harus dimiliki dan dipahami oleh para angler.

Beberapa hal dasar yang harus anda kuasai adalah sebagai berikut :

Kuasai Alat Elektronik GPS dan Fish Finder

Alat Elektronik ini adalah modal yang paling utama untuk mendapatkan hasil yang bagus. Anda harus memiliki dua alat elektronik yaitu GPS (global position system) dan Depth Sounder atau Fish Fender. GPS bisa juga dengan jenis handheld maupun stand up tentu saja sesuaikan dengan kemampuan budget kita. sedangkan Depth Sounder atau Fish Fender untuk jenis 300 watt sampai 600 watt sudah cukup baik.

fish finder go mancing teknik mancing dasaran
Salah Satu Tampilan Fish Finder
humminbird GPS teknik mancing dasar go mancing
GPS untuk Pemancing

Sesudah anda memiliki kedua alat tersebut cobalah untuk belajar mengoperasikannya agar saat memancing di laut anda tidak bingung. Pertama hidupkan depth sounder dan GPS bersamaan. Pada saat itu anda harus selalu memperhatikan Depth Sounder atau Fish Fender dan GPS mulai pada perairan di laut. Apabila sewaktu – waktu kapal berjalan menemui suatu struktur gambar atau kedalaman laut di layar Depth Sounder yang berubah dari datar kemudian menonjol ke atas seperti terumbu karang kecil (bukan karang besar), dimana terdapat benda-benda asing melayang di atas tonjolan maka Anda telah menemukan sarang ikan tersebut. Namun sarang ikan itupun bisa berupa batu – batuan, rumpon, kapal tenggelam,dan becak yang di tenggelamkan.

deeper-fishfinder teknik mancing dasaran go mancing
Contoh Tampilan Layar Fish Finder

Jika anda menemukan sarang ikan tersebut tindakan selanjutnya rekamlah segera koordinat atau tandai ke dalam GPS. Lakukan sekali lagi dengan memutari lokasi yang telah anda tandai atau tag tadi. Agar anda tahu cara ini untuk menentukan keberadaan sarang ikan yang sudah kita tandai tadi dan untuk melatih kejelihan pada saat memancing dilaut agar tepat pas di posisi sarang ikan tersebut.

Pastikan Posisi tempat Lego Jangkar

Untuk melego jangkar biasanya pekerjaan kru kapal,apabila anda ingin sukses anda harus juga mengetahui posisi matematis tentang lego jangkar tersebut. Untuk memperhitungkan pertama setelah anda menemukan sarang ikan terlihat dalam layar Fish Fender segeralah lempar plontang tersebut untuk menandai lokasi seeara akurat. Selanjutnya di plot ulang untuk mencari ketepatannya.

Cara untuk melego jangkar tersebut anda harus memperhatikan posisi plontang dan juga melihat apakah arus kencang atau arusnya lemah. Melego jangkar yang baik apabila umpan dari pancingan kita jatuh tepat pada muka arus yang berpatokan dengan plontang tersebut. Plontang pun ada 3 bagian yaitu plontang untuk penahan arus dan 2 plontang posisi dimana setelah kena arus sejajar dengan plontang pandu atau plontang utama.

Apabila jangkar sudah tepat di posisinya , kemudian anda tinggal memancing. Untuk umpan pertama yang anda turunkan dimakan ikan bertarunglah dengan hati-hati kawan. Usahakan jangan sampai pertarungan pertama anda kalah dengan senar atau benang PE putus. Apabila putusnya senar atau benang tersebut membuat ikan panik sehingga kawanannya pun kemungkinan dalam waktu pendek akan menjauh dan sarang atau rumpon tersebut kosong.

Faktor sinar Matahari dan Bulan juga sangat menentukan

Untuk matahari pada siang hari kadang bisa mempengaruhi kegiatan ikan tersebut .Untuk mancing yang baik adalah saat dinihari atau menjelang subuh sampai mau keluarnya sinar matahari,secara biologis ikan dalam keadaan fres baru keluar dari tidurnya untuk mencari makan di pagi hari. Dilanjutkan hingga siang hari sampai teriknya sinar matahari yang terus bersinar tanpa adanya gelap, mendungg dan hujan.

Untuk di waktu malam hari berpengaruh ada atau tidaknya sinar bulan .Untuk malam hari memancing ikan yang baik adalah saat tidak ada bulan atau dengan kata lain pada saat tidak ada sinar,apalagi saat bulan purnama usahakan jangan mancing di waktu bulan purnama. Karna air laut tersebut mengandung garam apabila ada sinar bulan pada malam hari akan menyebabkan senar pancing yang ada di dalam air laut akan terlihat seperti menyala sehingga ikan pun merasa takut, karna diakibatkan adanya sinar atau cahaya dari atas permukaan air laut.

Kondisi Awan, kecepatan angin dan besarnya ombak

Untuk kecepatan angin juga berpengaruhi dengan kegiatan ikan tersebut, karna besar tidaknya ombak tersebut akibat dari tiupan angin yang datang. Datangnya angin tersebut akan mengakibatkan adanya ombak dan juga bisa mempengaruhi ada atau tidaknya awan tersebut . Apabila terjadi ombak besar ikan-ikan yang lebih kecil biasanya akan menuju ke teluk karna air disekitaran tersebut lebih tenang sehingga mengakibatkan ikan-ikan besar juga ikut keteluk untuk mencari makanan dan ikan – ikan kecil pun menjadi mangsa ikan besar.

Untuk angin juga tergantung dari cuaca dan musim, usahakan jangan mancing di musim baratan juga. Apabila cuaca mendung dan matahari terhalang atau redup, ikan – ikan laut juga biasanya akan berenang ke dasar laut atau di karang – karang sarang ikan.

Untuk musim hujan, ikan laut cenderung lebih sedikit karena air laut atau kadar garam pada air laut berkurang ( salinitas ),ini disebabkan oleh banyaknya air tawar yang terbuang ke laut juga karna dari aliran sungai – sungai tempat air tawar yang menuju ke tengah laut dan mengakibatkan ikan ke dasar laut atau bersembunyi disarangnya. Apabila jika hujan terjadi di tengah laut dan hanya sebentar ikan akan bertambah lapar dan lebih agresif kawan.

Suhu air dilaut

Untuk temperature suhu air laut sangat berpengaruh terhadap ikan, apabila suhu terlalu panas ikan akan lebih cenderung ke dalam laut atau ke tengah laut untuk mencari suhu yang lebih dingin, apabila pada suhu yang agak tinggi ikan lebih agresif dalam mencari mangsa untuk dimakan.Namun jika suhu air laut terlalu dingin, ikan akan berkurang dalam selera makan dan kurang begitu agresif saat mencari makanan . Untuk suhu air laut didaerah indonesia berkisar antara 26 – 35 derajat celcius, di suhu tersebut yang baik untuk memancing di air laut.

Arus air dilaut juga perlu diperhatikan

Untuk arus biasanya air dipengaruhi oleh keadaaan laut ,Beberapa kejadian pada saat situasi angin kencang arus air dalam laut justru lemah sedangkan angin lemah, arus air dalam laut bisa kencang pada saat mancing . Jadi arus air tidak dipengaruhi oleh angin.

Sebenarnya arus air laut kencang dapat dilihat pada saat mancing dasar oleh miringnya senar atau benang pancing,pemberat apabila sudah menyentuh dasar laut. Kadang timah pemberat dapat bergeser jauh atau bahkan tidak dapat menyentuh dasar laut,sehingga keadaan seperti ini dapat diatasi dengan memberi ukuran pemberat yang lebih besar. Kondisi arus air laut seperti ini layaknya udara,air laut yang bergerak dari suhu dingin menuju ke suhu yang lebih hangat. Pada daerah pertemuan kedua arus inilah biasanya ikan banyak yang berkumpul.

Kejernihan air dilaut

Untuk kejernihan atau kekeruhan air laut juga patut diperhatikan kawan. Apabila kekeruhan air di laut yang buruk atau banyaknya sampah sehingga menimbulkan bau yang ta sedap bagi ikan dapat menyebabkan populasi ikan berkurang. Posisi yang baik memancing adalah keadaan air laut sekitarnya yang jernih dan berwarna biru terang yang terkena sinar matahari . Terkadang perbedaan warna airlaut bisa disebabkan oleh sinar matahari yang redup atau tertutup oleh awan mendung. Kadang pula diair yang keruh pun ada ikan jenis yang berbeda di air yang jernih asal di air tersebut tidak ada bau sampah.

Mungkin ini sebuah info artikel teknik mancing dasaran dari saya semoga bermanfaat bagi kawan – kawan angler, dan ini beberapa contoh dokumen dari teman – teman kami saat mancing di laut dengan teknik mancing dasaran atau bottom, dan mungkin dari kawan – kawan angler juga ada yang dapat lebih besar.

Mancing Dasaran

Sumber Gambar : Navigadget

Berikut ini adalah video dari kami ketika kami menggunakan teknik mancing dasaran :

 

Save

Save

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *